Provinsi

PAPUA

Profil | Sejarah | Arti Logo | Nilai Budaya

Profil

Nama Resmi

:

Provinsi Papua

Ibukota

:

Jayapura

Luas Wilayah

:

319.036,05 Km2 *)

Jumlah Penduduk

:

3.888.394 Jiwa  *)

Suku Bangsa

:

 

Aitinyo, Aefak, Asmat, Agast, Dani, Ayamaru, Mandacan, Biak, Serui, Pendatang (Jawa, Makassar, Batak, Manado) dll.

Agama

:

Kristen Protestan 51,20%, Katholik 25,42%, Islam 23%, Budha 0,13%, Hindu 0,25%, lain-lain 1%.

Wilayah Administrasi

:

 

Kab.: 28,  Kota : 1,  Kec.: 524,  Kel.: 107,  Desa : 5.118  *)

Lagu Daerah

:

Apuse dan Yamko Rambe Yamko

Website:

:

 

 

http://www.papua.go.id

*) Sumber : Permendagri Nomor 39 Tahun 2015

Sejarah

 

Papua adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Nugini bagian barat atau west New Guinea.

Papua juga sering disebut sebagai Papua Barat karena Papua bisa merujuk kepada seluruh pulau Nugini termasuk belahan timur negara tetangga, east New Guinea atau Papua Nugini. Papua Barat adalah sebutan yang lebih disukai para nasionalis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Provinsi ini dulu dikenal dengan panggilan Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973, namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No 21/2001 Otonomi Khusus Papua. Pada masa era kolonial Belanda, daerah ini disebut Nugini Belanda (Dutch New Guinea).

Asal kata Irian adalah Ikut Republik Indonesia Anti-Netherland.

Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.

Pada tahun 2004, disertai oleh berbagai protes, Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Irian Jaya Barat yang sekarang menjadi Provinsi Papua Barat .

 

Arti Logo

Bentuk lambang daerah dan artinya berdasarkan Perda No.7 Tahun 1992
Lambang Papua

Wadah Lambang Daerah berbentuk PERISAI BERPAJU LIMA adalah menggambarkan kesiap-siagaan dan ketahanan. Paju lima  menunjukkan jumlah sila dalam Pancasila. Warna dasar kuning emas  pada bagian bawah perisai dan pita tersebut melambangkan keagungan yang mengandung pengertian sebagai gambaran cita usaha pengalian hasil - hasil kekayaan bumi dan alamnya. Warna dasar biru tua pada bagian atas perisai tersebut, melukiskan kekayaan lautan/ perairan Papua. Jalur kuning melingkari tepian perisai tersebut menggambarkan keyakinan tercapainya segala usaha dan perjuangan. Jalur hitam yang melingkari pita dan warna tulisan hitam menggambarkan kemantapan dan kebulatan tekad untuk berkarya swadaya.

    Tiga buah TUGU yang masing-masing berwarna abu-abu, sebelah  kanan dan berwarna putih sebelah kiri di atas TUMPUKAN BATU persegi panjang, bersusun 2 (dua) masing-masing berderet 6 (enam) dan 9 (sembilan) yang berwarna putih bergaris-garis batas hitam: Perjuangan TRIKORA dan kemenangan PEPERA Tahun 1969. Tumpukan batu tersebut juga melambangkan Dinamika Pembangunan di Daerah ini. Warna abu-abu putih dan bergaris-garis hitam melambangkan ketenangan dan kesucian. Setangkai BUAH PADI yang berisi 17 (tujuh belas) butir padi berwarna kuning bertangkai  kuning pula yang terdapat di sebelah kanan dan setangkai BUAH KAPAS yang terdiri dari 8 (delapan) buah berwarna putih bertangkai Hijau Tua yang terdapat disebelah kiri daripada tiga  buah Tugu tersebut yang diikat dengan sehelai PITA berwarna merah berlekuk 4 (empat) dan berjurai 5 (lima) adalah melukiskan kesatuan dan persatuan Bangsa yang dijiwai oleh semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Tiga buah GUNUNG berjajar yang sama tingginya berwarna hijau tua dan berpuncak putih salju adalah menggambarkan ciri khas Daerah Papua. Warna hijau tua ketiga buah gunung dan tangkai dari buah kapas itu, melambangkan kesuburan tanah / kekayaan alam daratan Papua. Sedangkan tulisan "Papua" dalam huruf cetak yang berwarna kuning adalah menggambarkan keluhuran / keagungan cita.

Nilai Budaya

Pakaian Adat

  • Koteka, merupakan pakaian yang biasanya dipakai oleh kaum laki-Iaki untuk menutupi auratnya (kelamin) yang sampai saat ini merupakan pakaian adat yang digunakan di daerah pedalaman, pegunungan dan lembah di daratan Papua (Asmat, Dani, Wamena).
  • Tas Noken, terbuat dari kulit kayu lalu dikeringkan dan dianyam merupakan sebuah tas yang biasanya untuk memuat hasil buruan, hasil pertanian, makanan, dan lain-lain.
  • Panah, tombak dan parang merupakan senjata yang biasanya digunakan untuk berperang antar suku dan juga merupakan perlengkapan berburu.

Upacara-upacara Adat 

  • Upacara Pemotongan Jari Tangan, yang biasanya dilakukan pada saat ada salah seorang anggota keluarga meninggal dunia (Wamena).
  • Upacara Pernikahan, biasanya prosesi pernikahan/perkawinan antara satu suku dengan suku lainnya yang ada di Papua tidaklah sama.
  • Bakar Batu, seperti halnya upacara perkawinan nama/istilah dan prosesi dari upacara tersebut tiap suku berbeda satu dengan yang lainnya.

 

Filsafat Hidup Masyarakat Setempat : 

"Barang siapa yang bekerja dengan jujur di atas Tanah ini .......

Mereka akan melihat tanda heran yang satu kepada tanda heran yang lain... "

back